pengolahan sampah, sampah anorganik, pelestarian lingkuan
Bupati Kudus Puji Inovasi Pengolahan Sampah Anorganik oleh Warga dan BUMDes
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas usaha pengelolaan limbah anorganik yang dikerjakan oleh pemerintah desa serta masyarakat setempat. Pengakuan ini disampaikan ketika ia mengunjungi tiga lokasi pengelolaan limbah di Desa Kedungdowo dan Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, serta Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, pada Minggu (23/3).
Ia menilai, langkah yang diambil oleh pemerintah desa dan masyarakat layak untuk didukung karena mereka dapat mengelola limbah secara mandiri. Salah satu contoh nyata adalah tempat pengelolaan sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) terpadu yang ditangani oleh BUMDes Sumber Joyo di Desa Kedungdowo.
Dengan menggunakan alat incinerator, tempat tersebut dapat mengolah sekitar 4 ton limbah anorganik sehari. Bupati berharap tempat ini dapat menjadi contoh yang menginspirasi desa lain dalam pengelolaan limbah.
Di Desa Sidorekso, BUMDes setempat mengembangkan metode inovatif untuk mengolah limbah anorganik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Dengan proses pirolisis, mereka mampu mengolah sekitar 3,5 ton limbah anorganik setiap harinya, hasilnya berupa solar dan bensin. Setiap kilogram limbah plastik yang diolah bisa menghasilkan sekitar 0,7 liter BBM, dengan alat yang memiliki kapasitas hingga 50 kg limbah dalam setiap proses.
Bupati Sam’ani menyampaikan kekagumannya terhadap inovasi ini karena memberikan nilai ekonomi yang tinggi dan menawarkan solusi untuk mengatasi masalah limbah plastik. Ia berpendapat, konversi limbah menjadi BBM bisa menjadi pendekatan jangka panjang yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kunjungan terakhir dilakukan di CV Langit Biru, Desa Puyoh, yang mengolah limbah anorganik menjadi biji plastik Polyethylene Terephthalate (PET). Proses pengolahan yang digunakan melibatkan sistem konveyor untuk memilah, menggiling, mencuci, dan mengeringkan plastik.
Produk plastik berkualitas tinggi diekspor ke Korea untuk dibuat menjadi botol baru, sedangkan plastik yang dianggap kurang berkualitas dikirim ke Solo dan Tangerang untuk diolah menjadi serat benang dan fiber glass.
Bupati memberikan dukungannya penuh terhadap inisiatif ini karena dianggap dapat mengatasi masalah limbah sekaligus memberikan dampak ekonomi positif.
Ia menekankan, langkah-langkah kecil yang dilakukan oleh BUMDes Kedungdowo, Sidorekso, dan CV Langit Biru dapat menjadi solusi yang efektif untuk menangani permasalahan limbah secara berkelanjutan.
Sumber: jatengprov.go.id
Komentar