Pemkot Semarang Akui Belum Maksimal Antisipasi Banjir
Pemkot Semarang Akui Belum Maksimal Antisipasi Banjir
SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), belum maksimal melakukan persiapan menghadapi musim hujan. Kilahnya, wilayah tergolong luas.
Sementara ini, terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang, Sih Rianung, pihaknya baru melakukan pengerukan sampah dan sedimentasi. Juga mempersiapkan rumah pompa dan normalisasi saluran air.
"Kondisi pompa berfungsi semua. Kami juga koordinasi dengan BBWS. Karena ada pompa di Tenggang dan Sringin yang sangat berpengaruh terhadap antisipasi banjir di daerah Kaligawe," ucapnya, Kamis (19/12).
Terdapat 43 rumah pompa di Kota Semarang. Pemkot juga memiliki ratusan pompa portabel. Bahkan, dibantu tiga pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Sementara, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono, meminta pemkot tak sekadar menyiagakan peralatan. Namun, juga sumber daya manusianya (SDM).
"Di Bandarharjo, penjaganya hanya satu orang. Masa 24 jam berjaga sendiri? Paling tidak ada dua. Jadi, bisa shift," tuturnya.
Dirinya juga meminta pemkot membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Guna merespons cepat kala terjadi banjir.
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto, menambahkan, hal-hal terkait rumah pompa perlu dipersiapkan. Agar tetap bisa diberdayakan.
"Pompanya memang sudah bagus. Tapi, jangan sampai memasuki musim penghujan, bahan bakar untuk pompa tidak ada. Sparepart tidak ada. Ini harus dipersiapkan," tandasnya, menyitir Tribun Jateng.
Komentar