Menjelang Hari Raya Lebaran, harga berbagai bahan pokok di pasar tradisional Klaten tetap tampak stabil. Sumber: Pemprov Jawa Tengah

H-13 Lebaran Harga Bahan Pokok di Klaten Terpantau Aman

H-13 Lebaran, Sejumlah Harga Bahan Pokok di Klaten Terpantau Aman

Menjelang Hari Raya Lebaran, harga berbagai bahan pokok di pasar tradisional Klaten tetap tampak stabil. Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, masyarakat masih dapat menjangkaunya.

Menjelang Hari Raya Lebaran, harga berbagai bahan pokok di pasar tradisional Klaten tetap tampak stabil. Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, masyarakat masih dapat menjangkaunya.

Berdasarkan pengamatan di Pasar Srago pada Selasa (18/3), harga beras medium berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras premium berkisar antara Rp16.000 dan Rp18.000 per kilogram. Harga telur ayam negeri tercatat Rp26.000 per kilogram, yang mengalami kenaikan Rp1.000 dibandingkan harga sebelum Ramadan. Harga minyak goreng masih stabil di angka Rp17.500 per liter.

"Kenaikannya belum signifikan, beberapa bahan pokok masih dipatok sama sejak awal Ramadan. Biasanya, kenaikan harga terjadi beberapa hari sebelum Lebaran," ungkap Yuli, seorang pedagang sembako di Pasar Srago, pada Selasa (18/3).

Di sisi lain, harga daging ayam justru menunjukkan penurunan dari Rp36.000 per kilogram menjadi Rp34.000 per kilogram. Hariyanto, pedagang daging ayam di Pasar Tanjung Juwiring, menyatakan, penurunan ini terjadi dalam satu minggu terakhir. Namun, diperkirakan harga akan kembali naik menjelang Lebaran.

"Saat ini harga menurun, tetapi biasanya akan naik karena permintaan yang tinggi menjelang Lebaran. Diperkirakan harga bisa melonjak hingga Rp40.000 per kilogram," ujarnya.

Terkait dengan pasokan, Hariyanto mengatakan, tidak ada masalah yang signifikan karena terdapat banyak distribusi dari peternakan dan rumah potong yang ada di Klaten.

Sementara itu, harga komoditas hortikultura, termasuk sayuran dan cabai, justru mengalami peningkatan. Dari hasil pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di beberapa pasar tradisional, harga cabai tercatat tinggi sekitar Rp100.000 per kilogram.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten Anang Widjatmoko, mengungkapkan kesulitannya dalam mengendalikan harga komoditas hortikultura. Hal itu disebabkan oleh sebagian besar pasokan yang berasal dari luar daerah.

"Kenaikan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi panen hingga proses distribusi. Misalnya, jika pengiriman terhambat, harga dapat meningkat," jelasnya saat mendampingi inspeksi pasar tradisional menjelang Lebaran pada Selasa.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan, berdasarkan pengamatan tim di berbagai pasar tradisional, belum diperlukan operasi pasar untuk mengendalikan inflasi menjelang Lebaran. Ia menilai, harga di pasaran masih cukup stabil dan dapat diterima oleh masyarakat.

"Namun, jika terjadi lonjakan harga yang signifikan dan masyarakat kesulitan mendapatkan bahan pokok, Pemkab Klaten akan mengambil langkah operasi pasar menjelang Lebaran," tuturnya.

Selain pantauan di pasar tradisional, kegiatan sidak TPID juga berlanjut di Gudang Bulog Meger di Kecamatan Ceper untuk memastikan keamanan pasokan beras bagi masyarakat.

Sumber: Pemprov Jawa Tengah

Komentar