Presiden Jokowi (kiri) dan Ketua Umum IPSI, Prabowo Subianto, berpelukan dan mengapit pesilat Yudani Kusumah Hanifan (berbalut bendera merah-putih), usai memenangkan medali emas ke-29 Indonesia di Asian Games 2018 di di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, 29 Agustus 2018. (Foto: Antara Foto/Aditia Noviansyah)

Ganjar Rindu Jokowi dan Prabowo Berangkulan

Ganjar Rindu Jokowi dan Prabowo Berangkulan

Dirinya juga meminta masyarakat menerima hasil pemilu

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta para elite politik bersikap. Mendinginkan suasana. Pangkalnya, aksi di Jakarta pada dini hari tadi (Rabu, 22/5), menelan korban jiwa.

"Para tokoh politik, saya minta, ayo! Segera mengademkan situasi. Dengan menunjukkan kedamaian," ujarnya di Kota Semarang, beberapa saat lalu.

Baca juga:
Pemerintah Batasi Akses Media Sosial
Ganjar Anggap Tiada Guna Ikut Aksi 22 Mei

"Kami rindu. Sangat berharap, Pak Jokowi dan Pak Prabowo bisa bersalaman, berfoto bersama, dan saling berangkulan," imbuh dia.

Ganjar mendorong demikian, karena menyayangkan adanya korban jiwa. Padahal, pidato seluruh kontestan pemilihan presiden (pilpres) telah mendinginkan suasana.

"Pak Prabowo sudah statement. Akan mengambil langkah di MK. Sebenarnya, itu sudah betul. Tidak perlu lagi ada demo. Tinggal tunggu saja hasil proses secara konstitusional," ucapnya.

Mengutip situs resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, dirinya juga meminta publik menerima apa pun hasil pemilu. Dengan lapang dada, sportif, dan kesatria.

"Yang terjadi kemudian, karena tidak terima, kemudian memprovokasi orang untuk datang, menduduki ramai-ramai. Dengan istilah people power-nya itu," tandas Ganjar.

Komentar